Ada Alasan Terkait Langkanya Solar di Beberapa Daerah Jawa

Saat ini, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sudah terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa, khususnya Gresik, Jawa Timur dan Sukabumi, Jawa Barat.

Terjadinya hal tersebut tentu memicu antrean kendaraan, baik mobil, truk maupun bus yang mengular di SPBU kedua wilayah.

Melihat kondisi ini, Irto Ginting selaku Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga pun angkat bicara.

Ia menjelaskan, konsumsi solar subsidi untuk sekarang sedang melonjak tinggi seiring dengan adanya pertumbuhan ekonomi.

Konsumsi yang terlampau tinggi ini akhirnya membuat stok solar subsidi di sejumlah SPBU jadi cepat habis dan langka.

Padahal kuota solar subsidi untuk 2022 sudah ditentukan sebanyak 15,1 juta kilo liter.

“Kami menormalisasi pasokan sesuai permintaan, mengingat hingga Maret 2022 realisasi solar subsidi sudah over 10 persen,” jelasnya, seperti dikutip dari Tribunjabar.id, Senin (28/03/2022).

Selain permintaan yang tinggi, Irto menduga ada oknum yang melakukan penyelewengan solar subsidi.

Terbukti dengan ditangkapnya para pelaku penyelewengan solar subsidi di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung oleh kepolisian.

Para oknum tadi memanfaatkan perbedaan harga yang sangat tinggi antara solar subsidi dengan solar nonsubsidi.

Sebagai informasi saja, solar subsidi sekarang masih dijual dengan banderol Rp 5.150 per liter.

Sementara untuk solar non-subsidi, harganya sekarang menyentuh Rp 12.950 buat jenis Dexlite dan Rp 13.700 buat jenis Pertamina Dex.

“Para oknum ini mencoba mengambil keuntungan besar dari kondisi yang seperti ini,” pungkasnya.